Tanjiro berdiri dengan pedang api biru di reruntuhan Infinity Castle melawan Muzan
Anime trending 2025 dipenuhi hype besar berkat kembalinya Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba dengan adaptasi arc paling epik, Infinity Castle Arc. Studio Ufotable lagi-lagi menunjukkan kelasnya dalam menggabungkan visual luar biasa, emosi mendalam, dan aksi brutal yang bikin penonton terpaku di layar.
Arc ini menandai pertempuran terakhir antara para Hashira dan pasukan iblis pimpinan Muzan Kibutsuji. Bukan sekadar perang, tapi juga akhir perjalanan spiritual Tanjiro dan Nezuko yang dimulai sejak season pertama.
Pertarungan Terbesar dalam Sejarah Demon Slayer
Infinity Castle Arc menampilkan perang total di dunia bawah tanah istana tanpa batas milik Muzan. Setiap Hashira berhadapan dengan Upper Moon dalam pertarungan penuh strategi dan pengorbanan.
Menurut Anime News Network, arc ini disebut sebagai “puncak emosi dan seni visual modern anime.” Dari Shinobu vs Doma hingga Sanemi dan Gyomei melawan Kokushibo, setiap adegan dibuat dengan detail luar biasa.
(Baca Juga: Solo Leveling Season 2 — Kebangkitan Sung Jinwoo 2025)
Animasi dan Koreografi Epik
Ufotable benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan teknisnya. Adegan pertarungan dibuat dengan CGI halus dan pencahayaan dinamis yang meniru gerakan kamera film aksi kelas dunia.
Sorotan terbesar tentu saat Tanjiro, Inosuke, dan Zenitsu bergabung melawan Muzan dalam adegan berdurasi hampir 20 menit tanpa jeda. Visual darah, efek api, dan napas pernapasan mereka ditampilkan dengan gaya sinematik.
Karakter dan Emosi yang Meledak
Selain pertarungan besar, Infinity Castle Arc juga menjadi momen emosional. Hashira satu per satu menghadapi kematian mereka dengan keberanian luar biasa.
Mitsuri Kanroji dan Obanai Iguro jadi sorotan utama lewat pengorbanan mereka yang tragis namun indah. Banyak fans di MyAnimeList menilai adegan itu sebagai “salah satu kematian paling menyayat hati di anime modern.”
Musik dan Suara yang Menggetarkan Jiwa
Soundtrack garapan Yuki Kajiura dan Go Shiina kembali hadir dengan paduan orkestra dan vokal etnik Jepang yang memperkuat setiap adegan. Lagu tema utama berjudul “End of Breath” dibawakan oleh LiSA, menghadirkan nostalgia era pertama Demon Slayer tapi dengan energi akhir yang megah.
Musik ini membuat setiap adegan pertempuran terasa hidup dan menggugah emosi, dari rasa putus asa hingga kemenangan terakhir.
(Baca Juga: Spy x Family: Code White Movie 2025 — Misi Keluarga Forger di Gunung Salju)
Reaksi Fans Global
Tagar #InfinityCastleArc langsung jadi trending dunia sejak trailer dirilis. Fans menyebut animasinya “terlalu indah untuk layar TV.”
Di Jepang, bioskop menyiapkan penayangan khusus versi theatrical cut selama 2 jam — dan tiket habis dalam satu hari.
Media seperti Crunchyroll News bahkan menyebutnya sebagai “standar baru dalam adaptasi manga ke anime.”
Kesimpulan
Demon Slayer: Infinity Castle Arc 2025 adalah puncak dari perjalanan panjang Tanjiro dan Hashira. Arc ini bukan cuma tentang pertarungan, tapi juga tentang pengorbanan, harapan, dan arti keluarga.
Dengan kualitas animasi luar biasa dan kisah yang menyentuh hati, Ufotable berhasil menutup kisah Demon Slayer dengan kemegahan yang sulit dilampaui anime lain.
