Deku berdiri di reruntuhan kota menghadapi Shigaraki di My Hero Academia Season 7
Anime trending 2025 semakin memanas dengan hadirnya My Hero Academia Season 7, musim yang menandai dimulainya perang terakhir antara para pahlawan dan kekuatan kegelapan yang dipimpin oleh All For One dan Tomura Shigaraki. Tidak ada lagi latihan. Tidak ada lagi ujian sekolah. Dunia kini berada di ambang kehancuran.
Season ini langsung tancap gas sejak episode awal. Setiap karakter dipaksa memilih: bertarung sampai akhir, atau kehilangan segalanya.
Deku dan Beban Pahlawan Sejati
Izuku Midoriya memasuki Season 7 sebagai simbol harapan terakhir. Ia tidak lagi bertarung demi mimpi masa kecil, melainkan demi kelangsungan dunia.
Dengan kekuatan One For All yang hampir sempurna, Deku kini harus menyeimbangkan kekuatan, strategi, dan empati. Ia sadar bahwa menjadi pahlawan berarti siap kehilangan orang-orang yang dicintai.
Menurut ulasan dari Anime News Network, perkembangan karakter Deku di Season 7 disebut sebagai “yang paling matang dan emosional sepanjang seri.”
(Baca Juga: Demon Slayer Hashira Training Arc 2025 — Persiapan Terakhir Sebelum Neraka)
Shigaraki: Simbol Kehancuran Total
Tomura Shigaraki kini bukan lagi villain penuh amarah tanpa arah. Ia adalah perwujudan kehancuran itu sendiri. Dengan kekuatan yang telah melampaui batas manusia, Shigaraki menjadi ancaman terbesar yang pernah dihadapi dunia pahlawan.
Hubungannya dengan All For One semakin kompleks. Ada konflik batin antara kehendak sendiri dan takdir yang dipaksakan padanya. Inilah yang membuat Shigaraki bukan sekadar musuh, tetapi tragedi berjalan.
Diskusi di MyAnimeList menyebut Shigaraki sebagai salah satu antagonis terbaik dalam sejarah anime shounen.
Pahlawan Kelas 1-A di Medan Perang
Season 7 memberikan panggung besar bagi murid-murid Kelas 1-A. Bakugo, Todoroki, Uraraka, hingga Tokoyami mendapat momen krusial yang menentukan jati diri mereka sebagai pahlawan.
Bakugo, khususnya, tampil dengan perkembangan karakter luar biasa. Dari sosok arogan, ia berubah menjadi pahlawan yang rela mengorbankan diri demi orang lain. Adegan-adegannya disebut sebagai “penebusan sempurna” oleh banyak penggemar.
Pertempuran Skala Nasional
Tidak seperti season sebelumnya, perang kali ini terjadi di berbagai lokasi sekaligus. Kota runtuh, evakuasi massal berlangsung, dan masyarakat sipil ikut terdampak.
Studio Bones menampilkan skala kehancuran yang terasa nyata. Setiap ledakan, reruntuhan, dan teriakan warga membuat penonton sadar bahwa ini bukan lagi cerita superhero ringan. Ini adalah perang sungguhan.
Musik dan Atmosfer yang Menekan
Soundtrack My Hero Academia Season 7 hadir dengan nuansa gelap dan menekan. Musik latar tidak lagi heroik semata, tetapi penuh rasa cemas dan kehilangan.
Tema utama season ini digarap untuk menciptakan ketegangan emosional, membuat setiap pertarungan terasa berat dan penuh konsekuensi.
(Baca Juga: Attack on Titan 2025: Epilogue Baru Setelah Perang Terakhir)
Reaksi Penggemar Global
Sejak episode perdana tayang, tagar #MHASeason7 langsung trending global. Banyak penggemar memuji keberanian cerita yang tidak ragu menampilkan kematian, kegagalan, dan trauma.
Media seperti Crunchyroll News menyebut Season 7 sebagai “fase tergelap sekaligus terbaik dalam sejarah My Hero Academia.”
Kesimpulan
My Hero Academia Season 7 bukan sekadar lanjutan cerita, tetapi klimaks emosional dari perjalanan panjang para pahlawan muda. Musim ini mengajarkan bahwa menjadi pahlawan bukan soal menang, tapi tentang tetap berdiri saat dunia runtuh.
Dengan aksi brutal, karakter matang, dan cerita penuh makna, Season 7 menempatkan My Hero Academia sebagai salah satu anime paling berpengaruh di tahun 2025.
